"Aku ingin berkelana, pergi jauh mengitari dunia. Lalu kembali pulang jika sudah puas. Apakah boleh?"
Pertanyaan yang tidak pernah bisa aku ucapkan selama 28 tahun terakhir karena satu alasan : aku takut ditolak dan dilarang.
Perasaan takut selalu menyelimuti sampai aku lupa, bagian diri mana yang ingin ini dan itu. Aku terlalu banyak hidup untuk orang lain. Memberikan seluruh waktuku untuk mereka yang bahkan entah menganggapku apa. Perasaan ini kuat sekali muncul hari ini, setelah suara ibuku meninggi beberapa hari terakhir, setrlah suara ibuku memelan pada adikku, setelah aku disalahkan atas banyak hal, setelah aku dituntut banyak perkara. Lalu aku bertanya, bagian mana dalam diriku yang tidak aku berikan untuk mereka?
Hati? Cita-cita? Mimpi? Rasanya aku ingin kabur saja. Menjadi gelandangan pun tak apa. Hidup apa macam semuanya aku yang bekerja? Lalu keluarga, tempat macam apa seharusnya?
Hatiku sudah kututup rapat supaya tidak tersentuh sakit lagi. Tapi leherku sesak atas emosi yang kutahan beberapa hari terakhir. Apa aku harus mati saja? Biarkan mereka bekerja tanpa aku bantu?
Lalu kepingan memori masa muda muncul di udara. Ya, aku masih bisa menggapainya bukan? Ratusan cita di ujung harapan itu, menjadi semangat terakhirku melangkah. Harapku, akan kujalani semua ini untuk sampai ke titik itu. Dimana aku menjadi diriku sendiri.
0 Komentar