surat untuk sahabat

 


Pagi ini aku terbangun dengan perasaan sangat tidak nyaman. Perasaan rindu terhadap teman-teman, rindu terhadap momen dimana kami sering berkumpul, rindu bercanda, tertawa, dan menceritakan hidup masing-masing, rindu saling memberi nasehat tentang asmara, rindu tentang semangat dan motivasi mereka, rindu jajanan yang selalu dibeli, dan rindu rumah tempat kami seringkali sekedar menginap satu malam saja untuk melepas lelah dan penat dengan situasi dewasa dan pekerjaannya.

Aku kesepian. Benar. Aku terlalu menikmati masa muda dan persahabatanku sampai akhirnya sekarang aku linglung ketika tidak ada lagi suara mereka. Rindu ini sangat menyiksa karena aku yang tidak bisa mendapatkan pengganti mereka.

Aku tidak egois untuk menahan merrka. Sahabat-sahabatku punya masa depan yang harus merera raih, pun dengan aku. Tapi bagaimana cara mengatasi perasaan ini. Perasaan nostalgi dimana memori kebersamaan itu seringkali muncul dan terulang di kepalaku bahkan sampai ke detail terkecilnya? 

Aku rindu. Sangat.

Meskipun rindu ini hanya bisa sebatas rindu dan sapaan serta kalimat doa yang panjanh tak terkira agar mereka bahagia dan baik-baik saja.

Apakah aku terlalu menyandarkan diriku pada teman untuk bisa nyaman dan bahagia? 

Mungkin iya. Mungkin karena aku merasa disayangi, perasaan yang tidak selalu aku dapatkan dimana pun termasuk rumah. 

Mungkin iya. Mungkin karena aku bisa bebas menjadi diriku sendiri ketika bersama mereka, hal yang sulit aku lalukan di rumah.

Sahabat-sahabat tersayangku. Kalian saksi perjalanan hidupku yang sebenarnya. Terimakasih atas perjalanannya. Meskipun rasa sesak di dada ini selalu muncul setiap kali aku mengingat potongan-potongan momen yang pernah kita buat, semoga ini tidak selamanya karena rasanya begitu menyedihkan.

Sehat selalu dan bahagia selalu.


1 Komentar

  1. Ginaaa, dimanapun lu berada sekarang. Semoga banyak hal baik yang membersamai lu ya. Entah, kedekatan kita di KIY memang tidak terlalu lama. Tapi rasanya berteman dengan lu itu salah satu pertemanan yang perlu gw rawat. Semoga pertemanan kita dunia akhirat ya Gin! Aamiin

    BalasHapus