All I Left Behind

 


Rasanya lelah sekali membantu manusia terbentuk. Beginikah rasanya orang-orang yang membentukku dulu?

Malam ini, sejak kenpsikiater itu hatiku mulai tenang. Diriku sudah kulepaskan untuk bebas dan tidak menaruh harap ada manusia. Tidak lagi overthinking dan memberikan cinta sepenuhnya pada diri sendiri. Namun kawan, pikiranku tetap berisik dengan segala rasa tanggung jawabku pada manusia-manusia yang sedang belajar membentuk dirinya itu.

Mereka adalah aku dahulu, yang mungkin lebih berani.

Aku, ilmuku, oengetahuanku, pengalamanku jelas jauh dari kata sempurna untuk mendidik mereka. Aku hanya mampu memberi tahu tentang konsekuensi dan bagaimana bersikap dalam hidup. Jelas aku ingin mereka terbentuk natural dengan sendirinya. Tapi aku juga kawan, merasa bertanggung jawab untuk memastikan mereka tumbuh menjadi bentuk apapun itu. 

Jika hatiku masih kelabu, mungkin aku akan masih mempertanyakan kenapa aku yang harus mendampingi mereka? Untungnya, aku sudah sedikit pulih. Hanya bingung ingin bercerita dan meminta pendapat pada siapa. Satu-satunya jalan hanya mengadah dan berdo'a. Semoga hidayah segera diturunkan pada manusia-manusia yang amsedang tumbuh untuk terbentuk itu.

Semoga niat dan keikhlasanku membantu mereka bisa menjadi jariyah yang memuntunku menemukan cahaya-Mu di akhirat kelak. 


0 Komentar